Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 15 orang petani di Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur, melaksanakan upacara bendera di tengah sawah, Selasa (17/8/2021) pagi.

Upacara ini dipimpin Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Jember Jumantoro. Petani dan anak-anaknya memberikan hormat kepada bendera merah putih layaknya upacara biasa. “Kemerdekaan tak lepas dari peran petani sebagai penyokong logistik pangan untuk para Pejuang. Saat detik-detik proklamasi kami berhenti bekerja sejenak untuk memupuk rasa nasionalisme,” katanya.

Namun, Jumantoro menambahkan, saat ini petani belum merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. “Pupuk bersubsidi dibatasi, pola penyaluran ribet setengah mati, tak ada jaminan harga yang menguntungkan saat panen tiba,” katanya.

HKTI berharap ke depan harga komoditas petani mendapatkan perlindungan. “Harapannya harga menguntungkan bagi petani, mudahkan petani mendapatkan pupuk Subsidi, dan jangan dibikin Ribet. Bikin kebijakan yang mendorong sektor pertanian lebih menarik dan menguntungkan sehingga anak-anak muda tertarik untuk bertani,” kata Jumantoro

Pemerintah diharapkan pula memberikan kemudahan sarana dan prasarana serta insentif yang jelas bagi petani. Dengan demikian sektor pertanian tak dianggap sebelah mata. “Sepuluh persen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Jember hendaknya untuk sektor pertanian, karena Jember salah satu kabupaten yang memiliki potensi pertanian luar biasa,” kata Jumantoro.

Jumantoro mengingatkan agar Jember memiliki pasar agribisnis terpadu yang dikelola oleh dan untuk petani dengan difasilitasi bupati. “Beri kemudahan investasi di bidang pertanian agar sektor pertanian lebih menarik dan menguntungkan,” katanya. [wir/kun]