Jakarta (beritajatim. com) – Atas keberhasilan mengoptimalkan peran dengan program untuk mewujudkan ketahanan energi melalui tata gas bumi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk selalu Subholding Gas PT Pertamina Persero mendapatkan pujian dari BPH Migas. Apresiasi ini diberikan pada acara malam puncak Penghargaan BPH Migas 2020 di Westin Jakarta.

PGN meraih 2 penghargaan yaitu; Awak Usaha Pembayar Iuran Terbesar dalam Sektor Gas Bumi, berhasil diraih oleh PGN bersama Anak Kongsi yakni PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Transportasi Gas Indonesia (TGI).

Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada Badan Usaha di sektor hilir migas atas kontribusi pembayaran Penerimaan Bukan Pajak (PNPB) dari Iuran Institusi Usaha, sesuai dengan amanan Susunan Pemerintah No. 48 Tahun 2019.

Penghargaan kedua diberikan untuk dua Badan Usaha Pengelola Penugasan Jargas Rumah Tangga yakni PGN dan PT Pertamina Udara (Pertagas). Penghargaan ini diberikan tempat keberhasilan dalam pelaksanaan penugasan program jaringan gas yang lebih bersih, murah, dan aman dari pemerintah melalui jaringan pipa untuk rumah tangga dan pelanggan kecil.

“Kami menyuarakan terima kasih kepada BPH Migas atas apresiasi yang telah diberikan. Semoga kedepannya, kerja sama molek antara PGN dan Pemerintah bisa semakin solid dalam rangka memaksimalkan utilisasi gas bumi, ” perkataan Direktur Komersial PGN Faris Aziz, Kamis (10/12/2020).

“Apresiasi ini juga memacu semangat PGN dalam meningkatkan komitmen dalam melakukan berbagai program pemanfaatan gas dunia yang berkelanjutan, sehingga kontribusi bersifat iuran usaha gas bumi juga akan terus meningkat, ” lanjutnya.

Faris melanjutkan, PGN siap mendukung fokus besar BPH Migas, khususnya dalam upaya melahirkan energi yang berkeadilan melalui penetapan harga gas untuk rumah nikah dan pelanggan kecil, serta penyambungan pipa jaringan gas yang global.

Program-program BPH Migas dalam pengelolaan sektor hilir migas membutuhkan dukungan dari seluruh Badan Usaha. Oleh karena itu, PGN sebagai Subholding gas PT Pertamina Persero harus aktif untuk menyukseskan program BPH Migas.

Bagaimanapun kebermanfaatannya ditujukan untuk kelompok dan negara, di mana targetnya dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian nasional. Dengan kerjasama serta koordinasi yang baik, diharapkan bisa mewujudkan pemerataan akses energi yang ramah lingkungan dan tepat bahan sesuai dengan perencanaan yang telah terintegrasi antara pusat dengan daerah.

Faris menambahkan, implementasi penetapan tarif udara rumah tangga yang dikelola PGN Group berdasarkan dengan ketetapan BPH Migas selaku pihak yang berwenang untuk mengevaluasi dan menetapkan kehormatan jual gas di suatu wilayah/ kabupaten.

“Pertimbangan BPH Migas untuk melakukan penyesuaian harga jargas yakni berdasarkan parameter perhitungan karakter dan kondisi wilayah. Harganya sudah diperhitungkan lebih rendah dibanding bahan bakar bersubsidi lainnya. Namun dalam pembangunan infrastruktur, penyaluran serta layanan gas bumi, PGN Group sangat support, ” papar Faris.

“Di 2020 ini, PGN tengah mengupayakan penyelesaian penugasan pemerintah dalam membangun jaringan udara untuk lebih dari 127. 000 rumah tangga di 23 kabupaten/kota. Progressnya sudah lebih dari 95 persen, kami optimis dapat menyelesaikannya agar manfaatnya dapat segera dirasakan. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa sumber daya negeri harus dapat dinikmati oleh klub di berbagai daerah, ” perkataan Faris.

PGN sebagai Subholding Gas dan bagian Holding Migas PT Pertamina berkomitmen buat terus mendukung pemerintah dalam memacu pembangunan jaringan gas rumah tangga dan jaminan ketersediaan pasokan gas bumi, serta sebagai salah utama Proyek Strategis Nasional. PGN demi operator layanan, mempunyai komitmen tinggi untuk bersama merealisasikan visi nasional ini

“Bagi PGN, jargas Rumah Tangga dan Konsumen Kecil juga merupakan perwujudan pengembangan infrastruktur gas bumi untuk memajukan kepuasan masyarakat terhadap aksesibilitas ke energi baik gas bumi, ” pungkas Faris. [rea/suf]