Kediri (beritajatim. com) – Krisis internet beberapa lokasi pada lereng Gunung Kelud Kediri membuat para siswa kesulitan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring (dalam jaringan). Kondisi itu memiliki perhatian dari kepolisian setempat, buat membantu menyediakan layanan internet gratis.

Dalam layanan internet gratis ini, anggota dari Polsek Puncu Kabupaten Kediri menjemput anak-anak dari rumahnya masing. Anak-anak ini sengaja dijemput agar bisa menikmati layanan internet gratis di Mapolsek Puncu.

Layanan internet ini mereka manfaatkan, untuk mengamalkan tugas yang diberikan pihak madrasah. Anak-anak yang berdomisili di Tempat Puncu kerap kesulitan mengikuti program belajar secara daring, dikarenakan sulitnya akses internet. Sehingga, mereka sempat ketinggalan pelajaran yang diberikan sebab para guru.

“Kami akhirnya memberikan layanan akses internet gratis kepada pelajar. Sehingga, para-para siswa di desa puncu bisa tetap mengikuti kegiatan belajar, maupun hanya sekedar mengerjakan tugas, ” kata Kapolsek Puncu AKP Bowo Wicaksono.

Selain menyimpan layanan internet, Polsek juga meminjamkan sarana laptop dan printer dengan dapat digunakan oleh para siswa.

Patuh salah seorang siswa, Indah Sari, dengan adanya internet gratis tersebut ia sangat terbantu. Karena bila sinyal internet tak bisa diakses di rumahnya, ia harus pergi ke warung untuk membeli voucher wifi dengan hitungan setiap 8 jam harus mengeluarkan uang Rp dua ribu.

Kapolsek Puncu mengaku, dengan menyediakan internet gratis bagi pelajar ini, maka dengan tidak langsung juga membuat moral anak kecil serta pemahaman mengenai kantor polisi tidak hanya buat mengatasi permasalahan namun juga petugas bisa menjadi sahabat anak.

Sementara itu, untuk menghindari penyalahgunaan layanan internet gratis, Kapolsek Puncu sesekali memberikan edukasi mengenai Budaya Jawa, seperti wayang jangat. Hal ini agar para anak tetap mencintai Budaya Indonesia, dalam tengah era modernisasi seperti era ini. [nm/suf]