Ponorogo (beritajatim.com) – Menjelang lebaran, Polres Ponorogo terus melakukan patroli memutus peredaran mercon ilegal. Hal tersebut, selain memang dilarang pemerintah, di Ponorogo sudah ada korbannya terkait ledakan mercon.

Yakni mercon maut yang menewaskan kakak adik di Dusun Ngasinan Desa/Kecamatan Sukorejo beberapa waktu yang lalu. Patroli Dikmas ini juga menyasar di toko kembang api. “Patroli ini untuk mengantisipasi beredarnya beberapa mercon ilegal, yang belakangan sudah merenggut 2 orang,” kata Kanit Dikyasa Satlantas Polres Ponorogo IPTU Dul Hajis, Sabtu (1/5/2021).

Dul Hajis menjelaskan, kegiatan ini juga bertujuan agar masyarakat Ponorogo terhindar dari marabahaya dan dampak yang berbahaya karena mercon ilegal. Toko-toko kembang api itu juga diberi hinbauan terkait penempatan kembang api saat dibeli oleh warga.

“Kami menghimbau kepada toko kembang api untuk mengedukasi pembeli, tentang bagaimana menaruhnya supaya benar-benar aman. Terutama saat diangkut di dalam kendaraan,” katanya.

Menurutnya, pergeseran kembang api dari toko grosir sampai pengecer sangatlah rentan bahaya, jika pengemasan atau tata cara tidak sesuai prosedur. Karena dari sisi komposisi bahannya, kembang api itu mudah terbakar.

“Jika ada yang beli kembang api ukuran besar, agar diberikan himbauan cara pengunaan yang benar biar aman semuanya” pungkasnya. [end/suf]