Surabaya (beritajatim.com) – Ilham (23) warga Jl Gembong Gg II DKA, dibekuk Unit Reskrim Polsek Tambaksari 3 jam usai melakukan pembacokan terhadap Choirul Imron (43), Sabtu (08/12/2021)sore.

Ia ditangkap saat akan melarikan dari rumahnya. Dari penangkapan tersebut, petugas juga menyita barang bukti parang yang belum sempat dibuang oleh pelaku.

Kapolsek Tambaksari, Kompol M. Akhyar membenarkan kabar penangkapan tersebut. Menurutnya, usai mendapatkan identitas pihaknya langsung melakukan pengajaran.

“Setelah identitas dan alamat pelaku sudah dikantongi anggota melakukan pengejaran dan dapat menangkap di rumahnya bersama barang bukti parang yang digunakan,” terang Akhyar.

Mantan Kasi Humas Polrestabes Surabaya ini sangat mengapresiasi warga yang cepat memberi respon dengan melaporkan peristiwa berdarah tersebut ke Kepolisian dan memberikan keterangan sehingga dapat membantu petugas mengungkap pelaku.

“Selama ini kami selalu melakukan diskusi Kamtibmas dengan warga yang dikemas dalam cangkrukan (kumpul) dan membuat group WhatsApp, sehingga ini sangat membantu menjalin komunikasi, seperti halnya dengan laporan kejadian yang itu,” tambahnya.

Disinggung motif pembacokan terhadap penjual gado gado tersebut, Akhyar menegaskan untuk sementara masalah hutang piutang, namun pihaknya masih akan memintai keterangan terhadap pelaku.

“Seperti kita ketahui, motifnya masalah hutang piutang dan pelaku merasa tersingung hingga terjadi pembacokan. Namun kami masih akan memperdalami keterangannya, juga keterangan saksi saksi.” pungkasnya.

Sementara, korban yang mengalami luka cukup parah di kepala, kedua tangan dan kakinya itu, saat ini masih menjalani perawatan medis di RS dr Soetomo. (ang/ted)