Jember (beritajatim.com) – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis hulu atau berbasis rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sudah berjalan memasuki hari kelima, Senin (9/8/2021). Program ini akan dievaluasi setelah tujuh hari.

“Program sudah berjalan semua. Hasilnya kita tunggu, setelah selesai tujuh hari, kita evaluasi nanti. Program ini menurut saya keren, karena kita masuk ke posisi persoalan,” kata Bupati Hendy Siswanto, saat mengunjungi Perumahan Graha Citra Mas, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.

Pemerintah Kabupaten Jember bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga dalam mengedukasi masyarakat yang menjalani isolasi mandiri. “Agar mereka lebih bersemangat lagi dan mendapat pengetahuan bermacam-macam. Termasuk warga sekitar diberikan edukasi. Intinya setelah isolasi mandiri, masyarakat lebih yakin lagi. Tidak perlu takut Covid, biasa saja. Tapi protokol kesehatan harus tetap,” kata Hendy.

Sejauh ini, Hendy melihat PPKM berbasis hulu atau PPKM berbasis rukun tetangga dan rukun warga masih perlu dilanjutkan. “Kita bantu sembako, vitamin, RT dan RW mengawasi juga,” katanya. Hendy merasa terbantu dengan kehadiran aparat kepolisian dan TNI.

Setiap kegiatan dipantau pemerintah pusat, termasuk nantinya posisi level untuk Kabupaten Jember. “Kalau level kami masih Level 3, maka hal seperti ini perlu dipertajam lagi. Saya minta tolong kebersamaan warga untuk mengikuti protokol kesehatan. Patuhi apa yang diminta pemerintah,” kata Hendy. [wir/but]