Surabaya (beritajatim.com) – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menilai PPKM jilid pertama dirasa kurang efektif. Kurang efektif itu di seluruh Indonesia, termasuk Surabaya. Sehingga, Jokowi meminta ketegasan dari petugas tiga pilar untuk memberikan pembatasan pergerakan masyarakat supaya bisa menekan penyebaran virus Corona.

Menyikapi arahan Presiden Jokowi, Polrestabes Surabaya kini semakin gencar memberikan batasan pergerakan masyarakat di Kota Surabaya selama PPKM Jilid kedua. Sebagai realisasinya, Polrestabes Surabaya bersama Pemkot Surabaya akan melakukan penutupan Jalan Darmo dan Tunjungan dari Senin hingga Minggu.

Penutupan dua jalan tersebut akan diatur waktu yang telah ditentukan. Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Candra menjelaskan, penutupan selama ini sama yakni pada jam tertentu.

“Kita dengar semuanya, Pak Presiden menilai PPKM kurang efektif. Makanya satu minggu ini betul-betul kita maksimalkan, untuk di bidang lalu lintas dan angkutan jalan untuk ruas Jala Darmo dan Jalan Tunjungan itu kita tutup setiap hari,” jelasnya, Senin (1/2/2021).

Teddy menjelaskan untuk penutupan Jalan Darmo dan Jalan Tunjungan, untuk weekday dimulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB. Sedangkan untuk weekend atau Jumat malam dan Sabtu malam akan dimulai pada pukul 20.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Selain itu, pihaknya merencankan akan menambah lokasi penutupan jalan.

“Untuk Senin sampai Kamis pukul 22.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB dan Jumat sampai Sabtu dari pukul 20.00WIB sampai pukul 08.00 WIB. Penutulan ini sampai akhir PPKM,” ujarnya.

Selain kedua ruas jalan tersebut, Pemerintah Kota Surabaya bersama Polrestabes Surabaya juga sudah memetakan satu jalur atau jalan yang akan ditutup. Jalan ini merupakan jalan yang padat dilalui kendaraan karena menyambungkan antara Surabaya Barat dengan pusat Kota Surabaya. Jalan yang akan dibicarakan penutupan ini yakni Jalan Mayjen Sungkono.

Teddy menegaskan, untuk di Jalan Mayjen Sungkono akan dilakukan pada saat weekend. Menurutnya penutupan tiga ruas jalan tersebut untuk menekan mobilitas warga. Sehingga melalui pembatasan ini diharapkan bisa menekan penyebaran virus di Kota Pahlawan.

“Selanjutnya ada lagi ruas Jalan di Mayjen Sungkono, itu weekend saja kita tutup. Untuk jamnya 10 malam sampai jam 8 pagi. Tadi sudah rapat sama Kadishub, Satpol PP, Camat kemudian Kapolsek tadi,” papar Teddy.

“Tujuannya untuk menekan mobilitas, aktivitas. Seharusnya masyarakat disaat kayak gini kan, tetap ada di rumah. Kecuali bekerja. Pertimbangannya kita masih di masa di luar kebiasan, masa pandemi. Pemberlakukan PPKM masih berlaku. Kemudian membatasi mengurangi mobilitas dan aktivitas orang,” lanjutnya.

“Jadi nanti kalau ada yang menyampaikan aksesnya macet, kita tutup jam 10 malam berdasarkan Perwali aktivitas di Kota Surabaya diakhiri jam 10 malam,” lanjut Teddy.

Teddy menjelaskan, untuk rencana penutupan Jalan Mayjen Sungkono mulai depan KPU Kota Surabaya hingga Bundaran Satelit. Dua jalur atau sekitar 3 kilometer. Teddy menambahkan jika ada warga keperluan emergency masih melintasi jalan tersebut atau warga sekitar masih diperbolehkan.

“Kalau masyarakat disana, cuman satu akses ke Jalan Mayjen Sungkono dan kegiatannya memang emergency ya boleh,” tandas Teddy. [man/but]