Surabaya (beritajatim. com) – Dewan Pengurus Daerah Golongan Solidaritas Indonesia atau DPD PSI Surabaya lberkomitmen membantu Wali Praja Surabaya, Tri Rismaharini dalam menanggulangi Covid-19 di Kota Surabaya.

Hal itu merupakan buatan pembahasan final Zoom yang digelar PSI dengan beberapa narasumber mampu. Dalam acara tersebut PSI pula menghadirkan Andy Budiman yang digadang-gadang PSI untuk maju di Pilwali Surabaya 2020.

Sejak PSI mengisi kursi DPRD Surabaya, PSI berkomitmen berada di pihak Risma. “Sikap PSI sejak kausa adalah komitmen besar untuk mengangkat kerja Ibu Risma karena Pokok Risma adalah salah satu tiruan kepala daerah berprestasi di Indonesia, ” ujar Andi.

Oleh karenanya, PSI juga mau tetap berkomitmen membantu Risma di dalam menangangi Covid-19 di Surabaya. Hal yang pertama di lakukan sebutan Andy adalah DPD PSI Surabaya membuat program pembagian kuota internet untuk pelajar dan mahasiswa untuk belajar daring.

Yang kedua adalah PSI akan memastikan pada September tak terjadi pemborosan anggaran di masa pandemi saat ini. “Pesan dari DPP PSI sangat jelas yakni tidak boleh ada sepeserpun uang rakyat yang disia-siakan digunakan secara tidak efisien apalagi dikorupsi, ” tuturnya.

Yang ketiga, PSI kan memperjuangkan alokasi taksiran yang lebih besar untuk membakar roda ekonomi masyatakat. “Pada era sulit pandemi ini satu-satunya bagian yang paling bisa menjalankan ekonomi adalah pemerintah sektor swasta nisbi banyak yang lumpuh, ” ungkap Andy

Dalam kesempatan tersebut juga hadir William Wirakusuma ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya, William mengatakan bahwa ia menyarankan pemasangan CCTV di sejumlah provinsi untuk memantau kerumunan dalam jalan penanggulangan Covid-19.

Tak hanya itu, ia juga menyarankan peningkatan kapasitas dan kemampuan sendi sakit dalam menghadapi Covid-19 gelombang kedua dan persiapan pelaksanaan vaksinasi yang meliputi anggaran, tenaga medis dan proses.

“Saya ingin mengajak teman-teman Jangan biarkan Bu Risma sendiri. Mari kita berikan ide-ide baru kepada Pokok Risma supaya Ibu Risma tidak sendiri, ” papar William.

Senada, Pakar Kesehatan Asosiasi, Pandu Riono mengatakan pemerintah praja Surabaya harus menggandeng beberapa pihak dalam penanganan Covid-19. Bahkan dia mengaku kasihan dengan Risma dengan seperti single Fighter tapi semangatnya istimewa.

“Saya tercengang sebenarnya tetapi pandemi ini tak bisa ditangani sendiri, harus dengan sistem. Tidak mudah menanggulangi pandemi di Surabaya yang seperti Jakarta punya daerah-daerah penyangga mobilitas awak dari dan ke daerah penongkat. Ini yang menjadi faktor sari penularan terus terjadi, ” terangnya.

Tak hanya itu, dalam diskusi yang digelar sebab DPD PSI Surabaya itu dia juga mengatakan bahwa pentingnya Tri Rismaharini untuk melakukan koordinasi secara berbagai pihak utamanya pemerintah Provinsi. [ifw/kun]