Surabaya (beritajatim. com) – Setelah Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto merilis keunggulan 6 upah hasil survei pilkada, warga daerah di Kota Surabaga semakin bersemangat mendukung Calon Walikota Eri Cahyadi dan Calon Wakil Walikota Armuji, nomor urut 1.

“Hawa kemenangan yang membuat warga kampung bersemangat memberi support Eri-Armuji. Spanduk dan banner bertebaran di kampung-kampung. Di jalan-jalan kecil maupun menempel di rumah-rumah warga, ” ujar Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Rabu (28/10/2020).

Tempo hari, Adi bersama Calon Walikota Eri Cahyadi bertemu warga masyarakat Wonokusumo, Semampir. Pertemuan di balai pertemuan kampung diikuti oleh perangkat zona, kader perempuan, dan tokoh umum setempat.

“Mas Eri berhasil membius warga, pidatonya menawan. Mas Eri mampu membangun jalan masa depan Surabaya yang bertambah baik, setelah masa bakti Walikota Bu Risma. Program-program kerjanya dipaparkan, dan tepuk tangan berulang-ulang daripada warga masyarakat, ”  kata Adi.

Usai pertemuan, Adi blusukan di kampung-kampung. Ia menelusuri jalan-jalan sempit, perkampungan padat, dan bertemu dengan sebesar tokoh kampung.

“Saya melihat atribut Mas Eri Cahyadi-Cak Armuji bertaburan di kampung-kampung. Para-para tokoh warga menyampaikan aspirasi berbentuk perbaikan jalan kampung, air terang dan program bedah rumah. Aku pastikan, PDI Perjuangan dan Akang Eri-Cak Armuji akan menindaklanjuti keinginan warga sampai tuntas, ” tegasnya.

Di luar itu, pertemuan di berbagai kampung juga berlangsung. Tersedia yang dihadiri Mas Eri, pada tempat lain Cak Armuji, di tempat lain tampil para politisi PDI Perjungan, para juru kampanye kampung yang telah dilatih sebab PDI Perjuangan. Bahkan RT, RW, dan LPMK yang menjadi ujung kampanye Eri-Armuji.

“Luar biasa gairah politik masyarakat daerah di Surabaya untuk meneruskan segenap karya kebaikan dari Walikota Bu Risma. Posko-posko pemenangan terus bermunculan. Warga tidak ingin Surabaya dipimpin oleh figur yang salah. Masyarakat ingin Surabaya ke depan dipimpin Eri-Armuji, yang dipersiapkan Bu Risma, ” ujar Adi.

Dari penjelasan berbagai tokoh klub dan tokoh perempuan, kata Unggul, gairah politik warga perkampungan tak mau digantikan oleh iming-iming sembako atau sarung.

“Spirit kampung di Surabaya yang sempurna rasa gotong royong, holopis ponggok baris, tidak terbeli dengan sembako, sarung atau macam politik uang lain. Spirit itu yang beranak pemimpin baru di Surabaya, dan tak terbeli, ” pungkasnya. (tok/ted)