Jember (beritajatim. com) – Abdul Muqiet Arief, Pelaksana Tugas Tumenggung Jember, Jawa Timur, mengeluarkan 148 izin mendirikan bangunan (IMB) hanya dalam waktu kurang lebih 27 hari menjabat, sejak 26 September 2020.

Hal ini dikemukakan Andika Wijaya, Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Biro Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (21/10/2020).

“Meski pandemi, metode perizinan sama. Kami proses dan ajukan ke bupati kalau memerlukan tapak tangan bupati, ” katanya, memasukkan bahwa selama pandemi tidak tersedia penurunan jumlah pengajuan perizinan.

Menurut Andika, semua perizinan harus ditandatangani kepala daerah selama belum ada pendelegasian ke Dinas PTSP. Tidak ada patokan jangka waktu yang dibutuhkan agar suatu proses perizinan kelar dan memiliki tanda tangan kepala daerah.

Masalah perizinan semasa masa pemerintahan Bupati Faida mendapat sorotan dari Ombudsman RI. Di kunjungannya ke Jember, September lalu, Kepala Keasistenan Pencegahan Ombudsman Jatim Muflihul Hadi mengatakan, pada 2018, pihaknya menerima empat pengaduan keluhan dari masyarakat Jember.

“Setelah turun dan melakukan klarifikasi, kami baru tahu bahwa di Jember ada Dinas PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), namun masih membutuhkan rekomendasi (bupati). Ini bermanfaat belum ada pendelegasian kewenangan, ” kata Hadi saat itu.

Menanggapi hal tersebut, Andika mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat ke Bagian Hukum Pemkab Jember soal regulasi pendelegasian tersebut. Terakhir, pada 10 Oktober 2020. “PTSP hanya melaksanakan perintah Peraturan Menteri Dalam Negeri, ” katanya. [wir/ted]