Jember (beritajatim.com) – Kabar lelayu datang dari Kabupaten Jember, Jawa Timur. Salim Umar, Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia Jember, meninggal dunia, di Jakarta, Minggu (11/4/2021) malam.

Salim meninggal dunia pada usia 44 tahun dan meninggalkan seorang istri dan tiga orang putra. Sebelum meninggal dunia, ia sempat menjalani operasi jantung tiga pekan sebelumnya. “Dia sempat sadar sebenarnya. Kondisinya membaik dan sempat video call,” kata Hamid Husein Alhamid, salah satu kerabat saat bertemu dengan pengurus PWI Jawa Timur yang bertakziah di rumah duka, Perumahan Gunung Batu Blok AA Nomor 4, Jember.

Ketua PWI Jatim Ainur Rohim yang didampingi Mahmud Suhermono (Wakil Ketua Bidang Organisasi), Didik K (Wakil Sekretaris), dan Teguh LR (Bendahara) menyampakan ucapan duka mendalam. “Pak Salim ini dikenal sebagai orang yang akas, ringan kaki, dan mudah menolong. Kami merasa kehilangan,” kata Ainur.

Beberapa bulan sebelum meninggal, Salim sempat bertemu dengan Didik di sekretariat PWI Jatim untuk mengurus perbaruan kartu anggota PWI Jember. “Dia memang mengatakan hendak operasi,” kata Didik.

Menurut Hamid, kondisi jantung Salim memang tidak baik-baik saja. “Dokter bilang penyumbatannya 90 persen, dan dia harus operasi by pass. Kami sempat sarankan ke Salim agar tidak terburu-buru langsung operasi by pass. Tapi Salim sendiri percaya diri,” katanya.

Salim tidak pernah menampakkan diri jika sakit. Sebelum masuk rumah sakit, ia masih beraktivitas, mengurus medianya jemberpost.net, berkegiatan di PWI dan Rabithah Alawiyah. “Dia termasuk kuat,” kata Hamid.

Salah satu kesukaan Salim adalah makan bakso dan mi. “Bakso enak di Jember, Salim tahu,” kata Hamid.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur Gogot Cahyo Baskoro mengenang Salim sebagai sosok yang baik. “Kawan yang tulus, peduli dengan solideritas yang tinggi. Murah senyum dan tawa. Kehadirannya selalu membawa keceriaan dan kehangatan. Tak sekalipun marah, walau “digojloki” model bagaimanapun. Tak pernah “sambat” dan mengeluh, dalam situasi sesulit apapun,” kata mantan wartawan Radio Soka ini.

Rangga Mahardika, mantan wartawan Radar Jember yang sekarang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kabupaten Lumajang, ingat benar bagaimana Salim menawarkan diri mengurus acara bakti sosial PWI saat pengurus lainnya sibuk. “Bahkan sampai cari pinjaman Tossa yang dia setiri sendiri. Kalau mengurus surat atau kartu ke Surabaya atau Jakarta, dia menjadi koordinator tanpa mau diberi uang bensin,” kata Rangga.

Salim Umar juga membantu advokasi terhadap Oryza A. Wirawan, wartawan Beritajatim.com, saat menjadi korban kekerasan dalam peliputan di Stadion Jember Sport Garden, 4 Juli 2018. Dia mendampingi Oryza di kantor polisi dan mengantarkannya ke rumah sakit.

Setiba di Jember, jenazah Salim akan disemayamkan dulu di Perumahan Gunung Batu Utama Blok AA Nomor 4, Lingkungan Krajan Barat, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari. Setelah itu ia akan dimakamkan di Kecamatan Balung, berdekatan dengan makam ayahnya, Umar BSA. [wir/kun]