Pamekasan (beritajatim. com) – Bupati Pamekasan Badrut Tamam berpesan sekaligus mengajak seluruh insan pers dan perusahaan media agar memiliki sifat dan komitmen tinggi untuk menjelma media edukasi dan anti hoax .

Hal itu disampaikan disela kegiatan saat mengisi Talkshow bertajuk ‘Peran Jalan Membangun Pola Pikir Positif di Tengah Pandemi Covid-19’ dalam buram Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-31 Karimata FM, di studio radio swasta yang populer dengan tagline ‘Dinamika Madura’.

“Saat ini Indonesia sedang mengalami dinamika hoax, sehingga kami meminta perusahaan pers khususnya Karimata agar bisa menjadi media yang memiliki kewajiban menghindari  hoax dan dapat mengedukasi masyarakat, ” kata Bupati Badrut Tamam, Senin (12/10/2020).

Bahkan bupati bujang yang akrab disapa Ra Badrut juga menyampaikan jika partisipasi maupun sinergitas media, masyarakat dan negeri. Nantinya akan dapat menghasilkan segalanya yang sangat luar biasa, khususnya dalam mewujudkan pembangunan di daerah yang dipimpinnya.

“Seperti kita ketahui bahwa pers adalah salah satu pilar demokrasi di Nusantara, dari itu sinergitas media, klub dan pemerintah akan menghasilkan segalanya yang hebat. Tentunya demi mewujudkan Pamekasan yang luar biasa, Bhajre, Rajjhe tor Parjhughe, ” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya pula menegaskan jika untuk menjadi segalanya yang kuat harus selalu menyetujui dikritik. Tujuannya untuk meningkan kemampuan dan pengabdian untuk negara. “Untuk menjadi sesuatu yang kuat, kita harus bersedia dikritik untuk menjadi lebih baik, ” tegasnya.

“Sebab jika kita antikritik, otomatis kita justru menghindarkan diri untuk menjadi lebih baik. Tengah orang yang mau dikritik menandakan jika mereka memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi lebih baik lagi, ” pungkasnya. [pin/suf]