Jember (beritajatim. com) – Yuli Priyanto, legislator Partai Keadilan Sejahtera di DPRD Jember periode 2009-2014 dan 2014-2019, meninggal dunia, Jumat (25/12/2020) pagi. Pria yang berprofesi tabib ini meninggal dalam usia 50 tahun.

Yuli meninggal dunia di Rumah Sakit Jember Klinik setelah sempat dirawat semasa kurang lebih dua pekan. “Beliau sebenarnya sehat-sehat. Tapi kemudian teks hari beliau sepulang perjalanan dibanding Surabaya dan Sidoarjo capek & nggreges (meriang), ” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah PKS Jember Ahmad Rusdan.

Yuli menggunakan alat tolong pernapasan, namun masih bisa berswafoto untuk dikirimkan ke teman-temannya. Dia minta kepada teman-temannya untuk berdoa bagi kesembuhannya. Rabu (23/12/202) kondisinya tidak makin membaik. “Para dokter sudah melakukan upaya terbaik, ” kata Rusdan.

Rusdan menyebut Yuli orang baik & salah satu tokoh penting di PKS Jember. Ia pernah menjabat Kepala DPD PKS Jember 2006-2009. Dia mengundurkan diri karena terpilih menjadi bagian DPRD Jember, dan posisinya digantikan Mashuri Harianto.

Final, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Angkatan 1989 ini menjabat Pemimpin Daerah Dakwah IV Jember-Lumajang Balai Pengurus Wilayah PKS Jatim 2015-2020. ‘Seharusnya besok minggu beliau memberhentikan masa jabatannya, ” kata Rusdan.

Yuli dilahirkan di Ponorogo, Jawa Timur, 1 Juli 1970. Sebagai seorang dokter, dia pernah berada dalam garis depan konflik untuk kesibukan kemanusiaan di Maluku Utara & Poso. Kendati bertugas di wilayah kelompok muslim, ia pernah menempuh bahaya dengan menyeberangi zona tenteram untuk menolong seorang perempuan dalam desa kelompok Kristen. “Plasenta bayinya tertinggal, ” katanya saat bercerita kepada beritajatim. com, beberapa tarikh lalu.

Rusdan menyuarakan Yuli sebagai sosok yang berkarakter dan konsisten. “Beliau sabar, bahana, tapi suka guyon dan murah senyum. Selama menjadi anggota Lembaga, dedikasinya kepada masyarakat luar biasa, ” katanya.

Yuli sebenarnya tak pernah mau masuk ke dunia politik. “Politik berbanding terbalik dengan profesi beta. Di dunia dokter, tidak ada A dikatakan B, B disebutkan C. Begitu ada pasien berbohong, kita salah menentukan diagnosis serta itu berbahaya, ” katanya.

Yuli sebenarnya menolak diangkat menjadi Ketua DPD PKS Jember. “Saya ini dokter. Tapi kami diminta karena bagaimanapun saya senior, ” katanya. Namun akhirnya hidup menjemputnya sebagai seorang politisi dan dokter. Dia meninggalkan seorang hidup dan dua orang anak. [wir/suf]