Kediri (beritajatim.com) – Untuk memperingati HUT Kemerdekaan ke-76 RI, Pemkot Kediri kembali mengibarkan bendera merah putih di Bukit Klotok. Bendera merah putih dipasang pada Senin (16/8/2021) malam dengan hanya melibatkan 20 personil pengibar. Kegiatan tahunan ini kembali dilaksanakan setelah sempat absen di tahun 2020 saat awal pandemi.

“Kami sangat mengapresiasi kegigihan masyarakat Kota Kediri yang ingin sekali adanya Kirab Merah Putih ini. Namun karena masih dalam kondisi pandemi maka Pemkot Kediri tetap mengibarkan bendera merah putih di Bukit Klotok tanpa kirab,” ujar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Kediri Nur Muhyar menyampaikan untuk pengibaran bendera merah putih akan dibantu oleh tim Himpunan Kadiri Pecinta Alam (HIKAPALA).

“Bedanya tahun ini dengan 2019, bendera akan langsung dibawa dari Disbudparpora oleh HIKAPALA menuju Bukit Klotok tanpa kirab, agar tidak menimbulkan kerumunan. Selain itu, para pengibar juga tetap kami himbau mematuhi protokol kesehatan,” ujar Nur Muhyar.

Sesuai pemaparan Nur Muhyar, pada tahun lalu peserta Kirab Merah Putih mencapai 2500 orang. Mereka mengikuti kirab mulai depan Balai Kota Kediri hingga Area Goa Selomangleng.

Nantinya, Bendera merah putih berukuran 40×60 meter ini dikibarkan di ketinggian 530 mdpl hingga tanggal 22 Agustus 2021. Sehingga selama sepekan, masyarakat Kota Kediri dapat melihat bendera merah putih bertengger di Bukit Klotok.

Mengenai pengkondisian kegiatan pengibaran bendera merah putih, Ketua HIKAPALA Anis Yuniati menyampaikan bahwa sebelum pendakian ke Bukit Klotok, ia dan tim mengecek terlebih dahulu fisik para pengibar yang akan berangkat. Cek kondisi fisik ini perlu dilakukan karena pendakian memakan waktu kurang lebih 2 jam, dan dilanjutkan pemasangan bendera.

“Kami akan cek saturasi oksigen, tekanan darah, suhu tubuh, tidak ada keluhan demam maupun batuk pilek dan kami juga pastikan bahwa tim yang bertugas sudah melakukan vaksin lengkap. Protokol kesehatan seperti masker dan hand sanitizer juga disiapkan,” ujar Anis.

Ia menambahkan, setelah 20 orang yang telah dicek fisiknya memenuhi syarat, mereka mulai mendaki pada pukul 21.00 atau lebih. Lalu tim pengibar mulai memasang pukul 03.00 pagi.

“Kalau tahun 2019, dengan 70 personil kami mulai pasang pukul 03.00 pagi dan sudah selesai pukul 06.00. Jadi untuk tahun ini dengan 20 personil, mungkin selesainya akan lebih dari pukul 06.00,” tambah Anis.

Selanjutnya, kegiatan diakhiri pada pukul 10.00 dengan personil melakukan penghormatan pada sang pusaka merah putih raksasa setelah terpasang sempurna. [nm/suf]