Mojokerto (beritajatim.com) – Tiket wisata Air Panas Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto kembali dikeluhkan pengunjung. Keluhan tersebut diluapkan melalui media sosial (medsos) Facebook (FB), Rabu (4/5/2022).

Dalam postingan yang diunggah oleh akun FB Muhammad Reno di Group FB INFO LANTAS MOJOKERTO, Rabu (4/52022), pemilik akun mempertanyakan hasil sidak Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Muhammad Al Barra beberapa waktu lalu. Ini lantaran tiket masuk wisata milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto masih mahal.

Piye lurr?? Biyen jarene wakil bupati sidak banyu panas Kok tetep bayar di depan per orang 15rb , parkir mobil 20rb , belum tiket masuk ?? Biyen sidak e gak menghasilkan berarti (apa kabar kalian, dulu katanya wakil bupati sidak banyu panas, kok tetap bayar di depan per orang 15 ribu, parkir mobil 20 ribu, belum tiket masuk? Dulu sidaknya gak menghasilkan berarti,” ungkap pemilik akun.

Sejak diposting lebih dari 12 jam lalu tersebut sudah ada 119 komentar dan disukai sebanyak 343 warganet atau netizen. Beberapa akun mengomentari tiket wisata Air Panas Padusan Pacet memang mahal dan terkadang tidak diberikan karcis saat masuk wisata kolam air panas tersebut.

Wisata angger jeplak iku.. Aku sek totok gapuro ngarep wong 5 wes dijaluki 90rb gak dikek i karcis pisan (wisata asal ngomong itu, aku baru sampai gapura depan orang 5 sudah dimintai 90 ribu gak dikasih karcis juga),” tulis komentar akun FB, Mochamad Rofik.

Q wong mojokerto dewe ae maleess runu. Mahaall (aku orang Mojokerto sendiri aja malas kesana, mahal, red),” tambah komentar akun FB, Insan Pratama.

Itu milik provinsi lur ,, izin ne nang perhutani provinsi jatim ,,lek sidak gak wewenang e , diniati sodakoh ae (itu milik provinsi lur, izinnya ke perhutani provinsi Jatim, kalau sidak gak wewenang e, diniati sodakoh aja, red),” ungkap akun FB Hasan.

Sidak kui kolo2 nek pas kadong rame laporan… jadi musiman kedaan tertibnya di wisata tsb. (sidak itu hanya kebutuhan pas waktu ramai laporan, jadi musiman keadaan tertibnya di wisata tersebut),” terang akun FB Farid Ansoruddin dalam kolom komentar.

Ket byen slur ndek kunu makane akeh wsata laine cek wong wong gk sok down nang wsata pacet trawas makane dgaekno wsata laine (dari dulu lur disana itu, makanya banyak wisata lainnya biar orang-orang gak sok down ke wisata Pacet Trawas makanya dibuatkan wisata lainnya),” tulis akun FB, Muhammad Azka.

Pengelola Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Ecotourism Perum Perhutani Jawa Timur menanggapi keluhan pengunjung terkait mahalnya tiket di Wana Wisata Air Panas Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, yang viral di media sosial tersebut.

Cite Manager Wana Wisata Padusan, Furqon Mudzakkir mengatakan bahwa tidak mengetahui jika ada penarikan parkir atau penitipan mobil sebesar Rp20 ribu. “Segera kita evaluasi untuk kenyamanan pengunjung, mohon diberi waktu,” katanya saat dihubungi beritajatim.com, Kamis (5/5/2022).

Selama ini, lanjut Furqon, Perhutani bekerja sama dengan pihak swasta untuk penitipan kendaraan pengunung Wana Wisata Air Panas Padusan. Hanya saja ia tidak menampik jika ada perorangan atau kelompok yang berkepentingan untuk mencari keuntungan dari penitipan sepeda tersebut.

“Kan ada banyak kepentingan orang-orang di situ. Selama ini, untuk penitipan sepeda kita bekerja dengan pihak swasta. Di luar itu, memang ada orang yang menawarkan jasa penitipan dan menata parkir mobil. Tidak boleh, seharusnya memang harus dilakukan penertiban. Kita akan evaluasi,” ujarnya. [tin/suf]