Ponorogo (beritajatim.com) – Tanjakan Biting di Desa Suru Kecamatan Sooko Ponorogo, kembali menjadi momok yang menakutkan bagi pengendara mobil barang yang melewatinya. Kondisi tanjakan yang curam dan menikung, membuat sopir harus ekstra hati-hati.

Selain sopir yang cakap mengemudi, juga didorong dengan kondisi kendaraan yang prima. Jangan sampai, saat menanjak ituitu mesin mati, maka kecelakaan pun bisa terjadi.

Seperti baru saja yang dialami oleh, Saiful Effendi (27), warga Desa Mrican Kecamatan Jenangan tersebut mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di tanjakan tersebut. Akibatnya, kendaraan truk bak terbuka nopol AD 1473 MR yang membawa bahan sembako itu tidak kuat menanjak. Sehingga membuat kendaraan tersebut mundur sejauh 200 meter dan akhirnya terguling dengan posisi miring di tengah jalan. Alhasil, barang-barang sembako pun berserakan di jalan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta.

Kapolsek Sooko Iptu Anwar Fatoni menceritakan kronologis kejadian. Laka lantas tunggal itu berawal saat truk yang dikemudikan Syaiful Effendi bermuatan sembako penuh. Hendak dikirim ke toko sembako Lestari di Sooko. Melaju dari arah barat menuju ke timur. Nah, sampai sampai di TKP, tepatnya di tanjakan Biting, truk tersebut tidak kuat menanjak. Celakanya, bersamaan itu, mesin truk tiba-tiba mati. Akhirnya, truk mundur sejauh 200 meter.

“Karena mesin mati, truk tidak terkendali, mundur terus terguling dengan posisi miring ke kanan. Sehingga muatannya berhamburan tumpah di tengah jalan,” jelas Iptu Anwar Fatoni, Jumat (15/4/2022) sore.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam laka tunggal tersebut. Kerugian ditaksir Rp 20 juta. Minyak goreng, gula, tepung terigu dan sembako lainnya tumpah di jalan. Faktor penyebab, kata Iptu Anwar truk kehilangan tenaga sehingga mesin mati dan sistem pengereman tidak berfungsi.

“Usai mendapatkan laporan laka tunggal itu, petugas langsung bergegas ke TKP. Mengevakuasi kendaraan, mengatur lalu lintas supaya tidak macet,” pungkasnya. (end/kun)