Bojonegoro (beritajatim.com) – Salah seorang warga Dusun Ringinanom Desa Tumbrasanom Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Sunaryo meyakini bahwa ular piton yang menyeberang jalan raya dan sempat viral di media sosial tersebut merupakan makhluk penghuni sendang atau sumber mata air di desa sempat.

Pasarnya di RT 02 RW 01 Dusun Ringinanom terdapat sebuah sumber mata air bernama Joko Cluntang yang diyakini masih keramat. Di lokasi sendang juga masih rimbun. Pohon-pohon besar dan semak masih terjaga. Rerimbunan di sekitar sendang itu lah yang ditengarai menjadi sarang ular dengan panjang sekitar enam meter tersebut.

“Ular tersebut dibiarkan, bukan karena tidak berani menangkap, tapi warga menilai bahwa ular tersebut selama ini tidak pernah merugikan,” ujarnya, Sabtu (12/3/2022).

Menurut Sunaryo, ular berukuran besar tersebut memang sering muncul, namun tidak mengganggu ekosistem warga setempat. Bahkan warga yang mengetahui ular tersebut tidak berani melaporkan ke petugas karena dianggap ular jadi-jadian. “Takutnya itu karena betul-betul sakral,” terangnya.

Sementara Kepala Desa Tumbrasanom Pujianto juga membernarkan bahwa kemunculan ular tersebut tidak pernah menggangu masyarakat. Bahkan selama ini, tidak pernah ada warga yang merasa hewan ternaknya hilang atau dimakan ular tersebut.

“Kemungkinan ular itu sudah lama di sini tapi tidak pernah memakan hewan ternak warga atau mengganggu. Jadi warga sudah terbiasa jika ular tersebut muncul,” pungkasnya.

Dengan keberadaan ular tersebut hingga saat ini sumber mata air di desa setempat masih terjaga kemurniannya. Pohon-pohon yang mampu menjaga sumber mata air masih rindang. Masyarakat meyakini sendang tersebut merupakan daerah keramat. Selain itu, kerja bakti untuk membersihkan sendang juga masih rutin dilakukan. [lus/ted]