Tuban (beritajatim.com) – Sejumlah warga yang tinggal di kawasan Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban digegerkan dengan ditemukannya sesosok mayat yang kondisinya sudah mengeluarkan bau busuk di kamar mandi di depan rumahnya.

Mayat pria yang ditemukan membusuk di kamar mandi itu diketahui bernama Suhardi (27), pemuda yang merupakan warga setempat. Diduga kuat korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dan baru ditemukan oleh adik kandungnya sendiri setelah satu hari lebih.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, penemuan mayat pemuda yang bekerja sebagai kernet truk itu pertama kali diketahui oleh Agung Wahyudi yang tak lain adalah adik kandungnya sendiri. Korban yang tinggal sendirian itu sejak kemarin sudah tidak sampai terlihat keluar dari rumahnya maupun melakukan aktivitas.

“Saya kemarin pagi masih ketemu, sempat minta maaf ke saya,” terang Agung Wahyudi, yang merupakan adik kandung korban saat berada di lokasi tersebut, Senin (8/3/2021).

Pada waktu bertemu terakhir kemarin sekitar pukul 07.00 Wib itu, saksi sempat mengetahui jika korban itu mengambil tali tampar yang digunakan untuk tempat jemuran. Tetapi ia tidak menyangka jika tali tersebut digunakan untuk gantung diri di kamar mandi yang ada di depan rumahnya itu.

“Tau-tau tadi saya cari tidak ada. Terus saya cari ternyata berada dalam kamar mandi dan saya lihat kakinya ngambang,” tambahnya.

Mengetahui kejanggalan itu, Agung langsung berusaha untuk memastikan dengan membuka pintu kamar mandi yang kodisinya tertutup. Saat dibuka ternyata korban sudah dalam posisi mengantung dengan tali tampar warna biru dan masih memakai songkok di dalam kamar mandi itu.

Suasana sekitar lokasi penemuan mayat pemuda di kamar mandi jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Ronggomulyo, Kota Tuban.

Sementara itu, Paliyo (52), yang merupakan orang tua dari korban gantung diri itu menyatakan bahwa korban baru pulang dari Jakarta pada hari Jumat lalu. Namun, setelah pulang itu, korban kemudian berusaha meminta maaf pada warga sekitar dan juga keluarganya meski tidak menyebutkan masalahnya apa.

“Sempat minta maaf pada buleknya,” ungkap Paliyo, orang tua dari pemuda yang ditemukan gantung diri itu.

Adapun, petugas kepolisian dari Sat Reskrim Polres Tuban bersama dengan anggota Polsek Kota, Polres Tuban yang mendapatkan laporan tersebut langsung datang di lokasi kejadian guna melakukan olah TKP. Lantaran kondisi mayat yang sudah mulai membusuk petugas tim medis yang melakukan evakuasi harus dengan mengunakan APD lengkap.[mut/ted]