Sampang (beritajatim.com) – Warga di dua desa yakni Desa Larlar dan Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, melakukan perbaikan jalan poros kabupaten dengan cara gotong royong. Aktivitas dilakukan karena merasa peduli melihat kondisi jalan yang rusak parah dan sering kali menjadi penyebab kecelakaan.

Tak tanggung-tanggung perbaikan jalan poros kabupaten Sampang itu dengan cara diaspal dan mengunakan alat berat seperti layaknya proyek pemerintah. Padahal, dana untuk perbaikan bersumber dari hasil sumbangan secara swadaya.

Perbaikan jalan raya secara gotong royong di jalan poros Kabupaten Sampang

Alhasil, jalan yang sebelumnya rusak parah dan nyaris tidak bisa dilalui oleh kendaraan itu kini mulus dan layak dikatakan sebagai jalan raya.

Menurut Fauzi, warga setempat saat ditemui di lokasi perbaikan jalan, mengaku bosan dan kecewa menunggu janji manis pemerintah untuk melakukan perbaikan jalan hanya Pemberian Harapan Palsu atau PHP.

“Terpaksa kami melakukan sumbangan secara swadaya bersama warga Desa Tlagah dan Desa Larlar, untuk memperbaiki jalan ini, karena sangat berimbas buruk terhadap aktivitas masyarakat,” terangnya, Sabtu (19/2/2022).

Di tempat yang sama, Samsul warga lainya menjelaskan, bahwa kerusakan jalan poros kabupaten Bringkoneng-Kedungdung selain menghambat laju perputaran ekonomi warga, juga sangat membahayakan pengguna jalan.

“Sudah banyak korban terutama pengendara bermotor sering tergelincir akibat jalan yang rusak parah,” tegasnya.

Menurutnya, perbaikan jalan poros kabupaten yang dilakukan itu murni swadaya masyarakat, tanpa ada campur tangan pemerintah.

“Ini murni swadaya masyarakat, sedikitpun tidak ada campur tangan pemerintah. Bahkan, perbaikan ini akan dilanjutkan ke arah selatan,” tuturnya.

Dirinya sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada seluruh elemen masyarakat Desa Larlar dan Tlagah yang secara swadaya melakukan sumbangan dan kerja bakti guna memperbaiki jalan poros Bringkoneng-Kedungdung. [sar/but]