Surabaya (beritajatim. com) – Berbeda dengan perguruan tinggi lainnya yang selama pandemi Covid-19 ini wisuda diadakan daring maupun sebagian daring sebagai tatap muka atau Luring.

Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) dalam Perayaan Wisuda ke-46 ini berani mengadakan wisuda secara penuh Luring atau sepenuhnya tatap muka di region Gedung At-Tauhid Tower Lt. thirteen UMSurabaya, yang diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang ketat, pada tanggal 23-26 November 2020.

Sebanyak 1. 138 mahasiswa diwisuda secara langsung dan bertahap. Meski diadakan secara luring, prosesi wisuda ini hanya diikuti oleh mahasiswa tanpa didampingi oleh orang tua atau wali.

Rektor UMSurabaya, Dr. dr. Sukadiono, MM, mengatakan bahwa diadakannya wisuda Luring atau tatap muka ini merupakan aspirasi dri mahasiswa Fakultas Kedokteran yang wisuda ini merupakan wisuda pertama bagi mereka.

“Karena wisuda kali ini merupakan wisuda mulailah dari Fakultas Kedokteran, maka menyerap aspirasi dari mahasiswa FK yang ingin merasakan wisuda pertama serta tidak afdol juga kalau angkatan pertama wisudanya tidak tatap muka, maka kami mengadakan wisuda sebagaiselaku, ala, menurut, Luring, ” ujar Rektor Suko.

Suko pun mengatakan bahwa digelarnya wisuda secara Luring ini telah meraih izin dari satgas Covid benar satgas UMSurabaya maupun Satgas Covid Pemerintah Kota.

“Kami telah berkirim surat untuk izin mengadakan wisuda secara Luring terkait, dan diizinkan dengan berbagai ketentuan seperti perketatan protokol kesehatannya, termasuk pengecekan suhu, fasilitas cuci tangan dan handsanitaizer dan penggunaan masker, jaga jarak dan semua penerapan 3M, ” terang Suko. [adg/but]